Bride of the End Chapter 1-3

 

"Sebuah mimpi lama (3)"

Penerjemah : Alfa
Diedit : Alfa

Dengan pergerakan yang ramping, para senior mulai bekerja.

Mereka tampak terbiasa dengan pekerjaan semacam ini, mereka kemudian mulai membongkar Kihei.

Mereka menggunakan sihir api pada sebuah pedang dan memanaskannya hingga mencapai suhu yang sangat tinggi, memotong setiap sendinya, dan membongkar Kihei itu keukuran yang dapat dibawa.

Kou dan yang lain tidak perlu membantu, karena ini akan selesai dalam hitungan menit.

Dengan berbaris, para junior mulai menerima potongan tubuh Kihei satu persatu. Ketika giliran Kou, wakil senior mengangkat potongan yang tampaknya paling besar. Kelihatannya, dia telah mendengar percakapan diantara Kou dengan yang lain.

"Kau terlihat seperti sedang kebingungan, jadi akan kuberikan yang ini."

"Yah, aku pikir itu tak masalah. Meskipun ini memang sedikit besar."

Kou bergumam dan mengulurkan tangannya, sebuah cakar besar kemudian ditempatkan di tangannya. Beban berat itu masih bisa terasa meskipun dengan armor sihir. Senior yang berada di tahun kelima tertawa ceria, kemudian melihat sekeliling dan memberi tanda.

"Bagus sekali. Semuanya, kita akan pergi. Ayo kita berangkat ke perjalanan pulang yang menyenangk----"

Dalam sekejap, kepala sang senior terlepas.

Kepalanya tertutupi dalam armor sihir , namun sekarang telah terpotong.

Itu membuat lengkungan yang indah dan berguling ketika mendarat di tanah.

Beberapa saat kemudian, sebuah air mancur darah menyemprot ke udara.

Kemudian, tubuh senior berputar di tengah aula dan runtuh.

Terdapat beberapa detik kesuyian. Setelah melihat sesuatu yang terlihat seperti selamanya, suara teriakan terdengar. Satu demi satu, teriakan kencang menggema di seluruh aula.

"H-Hei, a-apa yang terjadi?"

“Senpai? Tidak, tidak mungkin------ apakah ada orang di sana? Seseorang, tolong jawab aku!"

Untuk sesaat, Kou memotong komunikasi.

Aku tidak bisa membiarkan diriku terlibat dalam kekacauan ini.

Pada saat seperti ini, semuanya bergantung padanya, seorang White Mask, untuk membuat keputusan dengan tenang pada saat-saat seperti ini. Dia berkata pada dirinya sendiri, berusaha keras untuk tetap tenang.

Kou meyakinkan dirinya sendiri tentang apa yang baru saja dia saksikan.

Beberapa saat yang lalu, membran transparan melintas di belakang salah satu pilar. Itu lebih lembut dari kelopak bunga dan lebih tajam dari pisau. Caranya terbang seperti sebuah kerudung pernikahan*. Dengan membran yang membungkus seluruh tubuhnya, entitas yang menyerupai manusia melangkah keluar ke tempat terbuka.

(TN: Sebagai bantuan buat menghayal, bayangin bentuk Kiheinya kayak kerudung pengantin humanoid yang punya rambut-rambut panjang/ membran yang bisa gerak)

Kou menahan perasaan tidak percaya yang berputar di dalam dirinya. Tidak ada gunanya lari dari kenyataan.

Dia menarik napas panjang dan melanjutkan komunikasi.

 "---- musuh dikonfirmasi. Ini adalah Spesial Type."

Pada saat yang sama, dia juga memahami satu hal: mereka telah menginjak kemalangan yang langka. Ketika terlalu memprioritaskan efisiensi, orang akan tiba-tiba berada di atas tangan kematian. Situasi seperti ini telah berulang kali dihadapi oleh murid-murid di masa lalu.

Oleh karena itu, jawabannya sudah diputuskan.

Sewaktu dihadapkan pada Spesial Type, para murid biasa tidak akan sanggup berhadapan dengan mereka, sekalipun mereka berjumlah seratus orang.

Seluruh kelompok akan di bantai.

Pada situasi seperti ini, tidak ada dari mereka yang akan bisa keluar hidup-hidup.

* * *

Pisaunya menancap, dan tembakannyapun meletus.

Menara yang dipasang di atas bahu armor sihir dapat memberikan arah pada sihir pemakainya. Sihir petir dilepaskan dengan tujuan yang benar, membuat Spesial Type kaku untuk sesaat, tapi itu tidak akan menghambat pengejarannya.

Beberapa armor sihir terlapisi oleh membran, bersamaan dengan daging di dalamnya.

Gerakannya seperti sentuhan lembut pada kulit.

Dalam sekejap, baju zirah meluncur turun secara horizontal, dan banyak darah menyembur keluar.

Pohon-pohon dan rumput di sekeliling menjadi merah, dan jeritan bergema di seluruh aula.

Jika ini adalah murid Departemen Pertempuran, mereka akan mampu merespon dengan tepat, tapi itu tidak akan mengubah apa-apa pada akhirnya. Kou mengetahui itu dengan sangat baik. Selusin ataupun tidak para prajurit atau bahkan veteran yang terlatih yang memiliki strategi di tangan mereka pasti akan mampu menimbulkan kerusakan yang berarti, tapi masih belum dipastikan apakah musuh akan kalah. Lagi pula, kemungkinan besar merekalah yang akan dimusnahkan tanpa sisa daripada musuh.

Spesial Type— di antara semua jenis, mereka yang paling terampil dalam pertempuran. Ada sangat sedikit orang yang bisa bertahan hidup saat bertemu dengan salah satu dari mereka.

Pada saat yang sama, Kou mengingat sebuah rumor.

Diantara para guru di akademi, hanya seorang Kagura, yang mana dikenal sebagai yang terkuat. Bersama dengan pasukan elitnya---mereka, mungkin saja dapat menangani bahaya ini. Walaupun, itu sangat mustahil untuk mereka dapat menyelamatkan semua orang dengan waktu yang tersisa.

"Cepat dan kirim sinyal marabahaya!"

"Kau bercanda, tidak, tidak, tidak tolong, TIDAAAAAAAAAAKKKK----------"

Suara tangisan minta tolong saat hampir meninggal bergema melalui telinganya, diikuti dengan sebuah keheningan yang luar biasa dan hampa.

Kematian terus melanda, dan kekacauan terus terjadi.

Pada keadaan ini, semua orang akan dibunuh.

Para senior tidak dalam posisi untuk membimbing mereka ke tempat yang aman. Di tengah banyak jeritan, Kou mendengar suara.

"Tidak … tidak … aku tidak ingin mati. Aku punya begitu banyak untuk hidup, begitu banyak yang harus dilakukan. Tolong … aku tidak ingin mati di tempat seperti ini …"

"Sial sial sial sial sial! A-Aku!"

Ratapan Asagiri dan Isumi menghantam telinganya.

Kou dengan keras berpikir sendiri, aku benci melihat seseorang mati di depan mataku. Ini terlalu berlebihan.

Perasaan tentang dirinya yang tak berdaya terlalu sulit untuk ditanggung.

Darah, tulang, potongan daging, tubuh mati, api, dan air mata.

Sosok yang mati sebelum dirinya adalah sosok yang sangat menyedihkan.

Beracam-macam adegan terpantul di depan matanya ------ sebuah kilas balik.

Kou berpikir untuk beberapa detik, meraba-raba semua pilihan yang tersedia.

Mengejutkannya, dengan sangat cepat, bahkan untuk dirinya sendiri, ia sampai pada sebuah kesimpulan.

Kou menarik napas dalam-dalam.

Kemudian, memutuskan takdirnya.

"Aku akan jadi umpan! Semua orang, dalam tiga detik berlari secepat mungkin dari sini!"

“Kou? Tidak, kenapa!”

"Jangan konyol, bajingan! Aku tidak ingin kau melakukan itu!"

"Isumi, bawalah Asagiri bersamamu dan pergilah. Aku mengandalkanmu!"

Kou berteriak, mengatur volume sendiri sampai maksimum, dan kemudian memotong komunikasinya sekali lagi.

Untuk sesaat dia merasa kalau Asagiri dan Isumi mengatakan sesuatu, tapi Kou tidak mendengar mereka.

Dia tidak bermaksud untuk mendengar apa yang ingin mereka katakan, entah itu salah satu dari menghalangi ataupun duka cita. Dia berhenti mendengarkan.

Di antara para murid, banyak dari mereka yang memendam niat membunuh dan kebencian terhadap Kihei. Jika mereka dihadapkan dengan sesuatu yang brutal dan tidak masuk akal seperti ini, mereka pasti mengeluarkan raungan kemarahan. Namun, Kou yakin bahwa tidak ada yang akan mengikutinya.

Para mahasiswa dari departemen penelitian pada dasarnya pengecut, dan tak satu pun dari mereka ingin mati. Kou bahkan tidak populer di antara mereka, jadi dia tahu tidak satupun dari mereka akan mencoba untuk menyelamatkannya, kecuali untuk Asagiri, tapi dia tahu bahwa Isumi tidak akan pernah gagal untuk hidup dengan tugas yang sudah dipercayakan kepadanya.

Membangun cara berpikirnya, Kou menghadapi Spesial Type.

Saat itu, tipe khusus sedang bermain.

Membran-membrannya bergerak dengan tangkas, melemparkan kepala yang terbungkus armor sihir, menangkapnya, dan kemudian melemparkannya lagi. Kemudian, jenis khusus tiba-tiba mengiris kepala menjadi empat, dan helm hitam itu terbelah, mengeluarkan sisa-sisa tubuh manusia. Sebuah pancuran darah dari dalam potongan otak jatuh.

Kou mengambil pedangnya dan mengarahkannya ke kaki membran dan memukulnya secara langsung.

Spesial Type berhenti bergerak untuk sesaat.

Sebelum dia bisa menariknya keluar, Kou menyesuaikan garis tembaknya. Di atas pisau, ia membiarkan sihir petirnya bergerak liar.

Kejutan listrik melewati Spesial Type dan terpental pergi dengan keras. Pada saat yang sama, Kou melanjutkan komunikasi.

 “---------Bubar!”

Sisa kelompok dengan armor sihir menyebar seperti laba-laba yang baru lahir dan dengan cepat melarikan diri. Untuk sesaat, Kou menyadari kalau terdapat beberapa anggota yang lebih kecil mencoba untuk mengejarnya, tapi salah satu dari mereka menangkapnya lalu menyeretnya bersama dengan yang lainnya. Mereka mungkin saja Asagiri dan Isumi. Jarak antara dia dan kelompok tersebut sekarang sudah aman. Kou bergumam dalam suara yang keduanya tidak dapat dengar, 

"---------Berhati-hatilah." 

Kou memberikan sebuah lambaian lembut dan kecil. 

Sesaat kemudian, dia mengingat kembali kelopak bunga saat upacara dan senyuman Asagiri. 

Sebuah adegan damai di akademi terlintas dipikirannya seperti cahaya yang sedang berjalan. Namun, Kou mengguncangnya. 

Hanya Spesial Type dan Kou yang tertinggal. Anehnya, Spesial Type mulai membuat membran-membrannya bergetar. Seluruh tubuhnya mulai berganti dari putih cerah menjadi merah berkarat.

Sekarang, Kou menarik napasnya. 

Di sinilah kesengsaraan dimulai. 

Dia juga tahu betul bahwa Spesial Type sedang mengekspresikan kemarahannya. 

Sebelum getaran membran mereda, Kou menarik pisaunya dengan satu tangan dan menggunakan momentumnya untuk jatuh ke belakang. 

Membran berkedip dan terbongkar, menyapu lintasan geraknya dengan cepat. Menggores rerumputan, dia berguling ke samping dan berdiri tanpa berhenti. Pada saat yang sama, membran Spesial Type dengan ringan menepuk bagian belakang baju besinya. 

Dampak ledakannya memukul dirinya dengan dahsyat, dia menggigil. Namun, membran itu melewatkan dagingnya. 

Sesaat setelah itu, Kou berlari tanpa berpikir dua kali, berlari ke arah yang berlawanan dari mana orang lain melarikan diri. 

Kou melarikan diri jauh ke dalam reruntuhan. 

Satu-satunya yang tersisa untuk dilakukan hanyalah berlari. 

Sampai ajal menjemputnya.

* * *

Kou melanjutkan pelarian tragisnya. Ketika dia berlari, dia terkadang akan menembakkan sebuah bola ke dinding reruntuhan.

Pada awalnya, Special Type tampak berada dalam keadaan melayang. Namun, ujung membrannya selalu menyentuh tanah.

Puing-puing berfungsi sebagai penghalang, tetapi sebagian besar reruntuhan tidak terpengaruh oleh sihir.

Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Kou adalah berharap kepada lubang yang dia perbesar dan secara alami runtuh ataupun menebang tanaman di area itu sebanyak yang dia bisa. Tidak mengejutkan, apa yang dia lakukan tidak akan berarti banyak untuk menghentikan Type Special. Tetap saja, dia masih melakukan perlawanan tak berartinya.

Namun, Kihei berpapasan dengannya diseparuh jalan lurus.

Membran berkelebat dan memotong armor besi kaki Kou.

 "-----Ah, guh."

Untungnya, itu tidak melukai dagingnya, namun pergelangan kakinya patah.

Tubuhnya terguling ke depan dan jatuh, sambil menahan rasa sakit yang hebat dia mengamati sekelilingnya. Tidak mungkin dia bisa merangkak pergi, karena tipe khusus akan mengejar kertetinggalannya hanya dalam hitungan detik. Dengan keputusan mendadak, dia melucuti dirinya dari armor sihir.

Pada tahapan ini, Kaguro Kou telah mencapai kesimpulan terlebih dahulu.

Tidak ada siswa yang pernah meninggalkan cangkang kuat ini dan hidup. Tapi keputusan ini menyelamatkan hidupnya untuk saat ini.

 "----------!"

Tubuh Kou's langsung terasa ringan, dan dengan melakukannya, dia menggali kedalam lubang horizontal yang ada di dinding.

Retakan itu tampaknya terbentuk baru-baru ini karena runtuh secara alami. Dan untungnya, itu sangat dalam. Suara desisan udara datang dari belakangnya. Sambil berharap kalau Spesial Type itu berhenti mengejarnya, ia meneruskan perjalanannya.

Semua yang dia bisa lihat hanyalah kegelapan murni, dan seperti ulat, Kou terus merangkak.

Tepat pada saat itu, rasa di bawah perutnya menghilang.

Tampaknya ada lubang lain di retakan ini. Tidak dapat berpegangan pada apapun, Kou akhirnya terjatuh.

Cara dia terjatuh terasa aneh.

Jaraknya sangat, sangat panjang.

Dia kehilangan kesadaran ketika dia jatuh, tapi dia seketika terbangun saat membentur sebuah temper glass dengan keras.

Mematahkan setiap tulang didalam tubuhnya dan merusak organ dalamnya, dia batuk darah. Saat dia melakukannya, Kou jatuh ke dalam retakan di dalam kaca. Dan pada saat seperti itu, dia sialnya tergantung di bagian atas paku yang mencuat di udara.

Dengan perutnya yang terbuka, seluruh tubuh Kou jatuh ke dalam gedung yang terbuat dari kaca.

Darah dan daging berceceran dimana-mana.

Tiba-tiba, burung putih mengepakkan sayapnya.

Tubuhnya terdiam di ruangan tenang yang aneh ini.

Dengan seperti itu, Kou menarik napas terakhirnya.

Dia tidak khawatir, marah, ataupun takut.

Dia hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah dia telah mencapai sesuatu yang berarti di dalam hidupnya.

Dan dengan begitu, Kaguro Kou mati.

* * *

Sesuatu yang hangat dan lembab jatuh. Setetes benda merah menyentuh bibirnya, dan itu ditelan olehnya.

Reboot dimulai----memulai, kebangkitan, beroperasi, memantik kehidupan.

Sirkuit Pseudo-neural menyala. Dia sekarang dikasihani dengan sebuah arus informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kegembiraan.

Hasrat.

Naluri.

Nafsu.

Suka cita.

Syukur.

Senang bertemu denganmu, terima kasih telah menungguku, dan selamat datang…

Pengorbananku, makananku, tuanku, rajaku, budakku, kebahagiaanku, takdirku ------ pengantin priaku.

Dan akhirnya, itu terbangun.

Sang end of the world dalam bentuk seorang gadis muda.

* * *

Kaguro Kou membuka matanya.Seketika, darah merah merembes ke dalam mata ungu miliknya.

Pandangannya berwarna merah dan kabur.

Dia tidak yakin dengan apa yang terjadi.

Namun, dia menyadari sesuatu yang cantik.

Di sebuah tempat terbuka di sangkar burung, sesosok kehadiran putih dan murni sedang berdiri.

Matanya berwarna biru jernih seperti langit, dan rambut kristal jernihnya bagaikan butiran salju.

Tangan dan kakinya lembut dan halus, dan dia ramping, tapi bagian tubuhnya terasah seperti pedang besi.

Tertegun, Kou menatap kearah objek di hadapannya, berpikir.

------Seseorang? Seorang gadis?

Gadis cantik itu mengulurkan tangannya. Sebagai respon, Kou tanpa sadar mengulurkan tangannya juga. Secara singkat, rasa sakit yang hebat meletus di sekujur tubuhnya. Meski begitu, dia tetap menggerakkan tangannya dengan keinginannya sendiri. Walaupun begitu, jaraknya terlalu jauh untuk di gapai oleh gadis itu.

Menyaksikan hal ini, perempuan itu berkedip, memutus sambungan kabel dari tubuhnya, dan mengambil jalan kedepan. Ketika dia datang kehadapannya, dia menggenggam telapak tangan Kou. Di punggungnya, sesuatu terbuka dan terbentang, memotong tumbuhan di sekelilingnya.

Kelopak bunga dalam jumlah banyak bertebaran, bunga salju putih menari di udara.

Mereka tetap berdiri di udara untuk sementara, dan sekarang dengan lembut jatuh ke tanah.

Dengan pemandangan yang entah bagaimana terberkati ini, gadis itu berlutut dengan satu kaki.

Lalu, gadis itu mencium jari Kou.

“Mulai dari sekarang, kau akan menjadi masterku, dan sayapku adalah milikmu. Salam, kekasihku, kekasih yang sudah kutunggu sejak lama--- namaku Shirahime. Biasanya dikenal sebagai ‘Curtain Call’.”


Seperti seorang kesatria dalam buku cerita,

Seperti seorang putri dalam dongeng,

Sumpah seorang gadis yang telah terbangun,

“Mulai saat ini, tidak peduli seberapa rusak, hancur, ataupun matinya dirimu, aku akan selalu bersamamu selamanya.”

Kou tidak dapat mengerti apa yang dia katakan, tapi dia merasakan perasaan nostalgia yang kuat.

Di dalam mimpinya yang terasa seperti kenangan yang lama, Kou telah menyaksikan pemandangan ini.

Pada saat itu, terdapat seseorang----dengan wajah yang sangat sedih.

Dengan lemah, Kou meneteskan air mata.

Sebuah cahaya biru samar keluar dan turun dari sayap gadis itu, menyembuhkan Kou. Dalam kehangatan cahaya, Kou berbisik,

 "Aku merasa… seperti aku sudah menunggu saat-saat seperti ini… selama sisa hidupku."

 "Oh~? Maka ini pasti keinginan dari tuhan, atau lebih tepatnya, takdir."

 Gadis itu tersenyum, dan tatapan iba muncul di wajahnya yang memiliki kecantikan melebihi manusia.

 Dia tampak seperti seorang ibu, atau mungkin seorang adik kecil.

Kou tidak mengerti mengapa gadis itu melihat dia dengan cara seperti itu. Selain itu, dia juga sama bingungnya tentang apa yang dia katakan. Akan tetapi, tidak ada waktu baginya untuk menanyakan semua rinciannya kepada gadis itu.

Ada bunyi berdebum, dan bumi bergemuruh. Sesuatu yang lain telah jatuh dengan berisik ke dalam sangkar burung.

Dengan kedipan mata, sebuah kerudung seperti membran muncul di pandangan mereka.

Kou tertegun. Itu adalah Kihei Spesial Type.

Aku tidak pernah berpikir kalau itu akan mengikutiku sejauh ini, Kou ketakutan.

Pada titik ini, jika itu menyerang, tidak hanya kematian yang akan menyapanya, tetapi juga gadis itu.

Gadis itu mengikuti arah pandangan Kou dan berbalik. Spesial Type terefleksikan dimatanya.

Kou berusaha keras untuk memindahkan tubuhnya yang terluka, tapi selain lengannya, tubuhnya seperti batu, tidak merespon.

Kou berteriak pada gadis itu.

"H-hei! Kau harus keluar dari sini!"

"Siapa namamu?"

"A-apa?"

"Aku ingin tahu namamu."

Gadis itu tidak menanggapi perkataan Kou, dan menatapnya lagi, menunggu dengan sabar jawabannya. Spesial Type mendekati dia dari belakang, dan membran merah berkaratnya berkedip.

Jelas bahwa gadis itu tidak akan bergeming sampai dia mendapat jawaban. Dengan panik, Kou buru-buru berteriak,

"Kaguro Kou. Bergegaslah,"

"Kaguro Kou ----- registrasi selesai. Kou, apakah benda itu yang menyakitimu?"

Gadis itu meregangkan lengannya dan menunjuk pada Spesial Type tanpa memutuskan kontak mata.

Sesuatu yang merentang keluar dari punggung putihnya bergetar. Kemudian Kou akhirnya menyadari bahwa mereka adalah sepasang sayap mekanik yang mengerikan. Apa-apaan ini? Bahkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terbakar di benaknya, tidak ada waktu untuk berpikir. Spesial Type sedang mendekat.

 Oleh karena itu, Kou berusaha keras untuk terus membujuknya.

 "Aah, ya! Ya, jadi tolong, cepatlah!"

 "Aku mengerti. Dalam hal ini, itu adalah musuhku."

 Sayap mekaniknya berayun dengan bunyi swoosh.

Tanpa sedikit pun merasakan realitas, Spesial Type dipotong setengah dari atas ke bawah. Bertentangan dengan penampilan lembutnya, struktur bagian dalamnya tampak berat dan tebal. bagian biologis yan tak terhitung jumlahnya terlihat, tapi tidak hanya itu saja, Spesial Type dipotong menjadi setengah lagi, kali ini dari samping.

Itu lebih mudah daripada merusak mainan.

Dengan sayap mekaniknya, gadis itu mengangkat puing-puingnya. Kemudian, dia melemparkannya ke dinding seperti itu adalah sampah.

Spesial Type menabrak temper glass dan tersebar menjadi potongan-potongan kecil.

Kou menatap dengan tak percaya apa yang baru saja terjadi di depannya.

Gadis itu kemudian dengan perlahan menunjukkan senyum yang lembut dan indah.

Lalu, berbisik,

"Ikatanku, kepatuhanku, kepercayaanku-----aku berjanji kepadamu, Kou, aku akan membunuh semua dan apapun untukmu."

Tidak tahu apa yang dia katakan, Kaguro Kou mulai kehilangan kesadarannya. Lalu, dia pingsan..

<<>><<>><<>>-:<<>>:-<<>><<>><<>>

Apakah kalian tertarik, kalau tertarik.

Silahkan upvote agar saya tetap semangat buat update chapter baru.

Jika ingin donasi ke saya pribadi bisa dengan trakteer.id/alfa1278

Terimakasih udah baca.

~Alfa~

<<>><<>><<>>-:<<>>:-<<>><<>><<>>

Posting Komentar

0 Komentar