“...Yugo!”
Amalia membuka pintu dengan suara ‘bang’ dan berjalan ke
dalam ruangan dengan langkah besar. Dia meninggalkan toko serba ada dengan alasan bagus dan
langsung pergi kembali menuju penginapan untuk menyanyai Yugo.
Yugo sedang berbaring di kasur, bermain dengan kapstok kayu
yang kelihatannya diambil dari dalam lemari. Dia terguncang untuk beberapa saat,
mungkin karena Amalia tiba-tiba melompat masuk, lalu sekarang terlihat agak takut.
“Apa yang salah, Amalia? Aku tidak melakukan kesalahan!”
“Aku tahu itu... yang lebih penting, Yugo, Ada apa tentang
semua ini?”
Dia membantu Yugo bangun dari tempat dia berbaring lalu duduk
bersebelahan dengannya di tempat tidur. Amalia dan Yugo dianggap sebagai ibu
dan anak, jadi hanya terdapat satu kasur di kamar itu.
Ketika Amalia membahas tentang informasi yang dia dapat dari
petani dan pemilik toko serba ada, Yugo sedikit memiringkan kepalanya.
“Sepuluh tahun telah berlalu?... ah, jadi begitu. Itulah
kenapa gunung tempat dimana aku tidur sebelumnya telah berubah bentuk.”
“Bagaimana kamu bisa sangat tenang? Jangan katakan kalau,
tidak mungkin. Yugo, kamu mengetahuinya!”
“Itu benar-benar salah. Itu tidak seperti aku mencoba untuk membohongi
dirimu... sejujurnya, aku tidak tahu apa yang harus kupikirkan ketika kamu
mengatakan sepuluh tahun telah berlalu.”
Yugo menundudukan kepalanya dengan takut-takut ketika Amalia
Membentak dirinya.
(TN: Ahaha naganya dimarahin emak-emak )
Amalia menggigit bibirnya dan kembali duduk, mengingat kalau
dia telah berteriak pada anak berusia lima tahun, tidak peduli walau dia
merupakan seekor naga sekalipun.
“...Aku minta maaf, aku berbicara tidak pada tempatnya.”
“Tidak, aku yang
harus meminta maaf. Aku tahu kalau manusia sangat perduli tentang waktu, tapi
aku tidak memperhatikan dirimu... aku benar-benar tidak tahu kalau dengan hanya
membawamu ke Dunia Iblis, sepuluh tahun akan berlalu.”
Menurutnya: Yugo, iblis, naga, dan mahluk lainnya dari dunia
iblis tidak terlalu peduli akan waktu.
Dunia Iblis secara terus menerus bercahaya atau gelap, dan lintasan waktu tidak terlihat jelas seperti di dunia manusia. Jadi
meskipun berpikir bahwa Yugo tahu kalau dia merupakan naga termuda dalam ras
naga, dia tidak tahu berapa tahun sebenarnya dia telah hidup atau berapa lama
dia telah tidur.
Yugo membawa manusia ke dunia iblis dengan sendirinya untuk pertama kali. Jadi, untuk Amalia, waktu yang dia habiskan di dunia iblis
harusnya cukup berpengaruh untuk dirinya. Tapi meski jika sepuluh tahun telah
berlalu ketika mereka kembali ke dunia nyata. Itu hanyalah waktu yang singkat
bagi Yugo, sang naga.
Amalia membalikkan kepalanya dan menatap dirinya saat dia
berbicara.
“...pemilik dari toko serba ada mengatakan bahwa sekelompok
petualang bernama Nantoka mengalahkan naga emas, gunung menenang tidak terdapat monster kuat lagi yang muncul di daerah ini.”
“Nantoka?... ah, jadi itu si bajingan kecil, ya kan? Mereka
bukan hanya membuangmu, tapi mereka juga mengambil keuntungan dari
menghilangnya diriku, bukankah begitu?”
“Bajingan kecil... maksudmu, Alphonse?”
“Siapa lagi selain dirinya?... Aku bisa mengendalikan
sihirku ketika dalam tubuh manusia, tapi ketika aku berwujud naga, itu
menjadi sangat sulit untuk mengendalikannya. Itulah alasan kenapa iblis yang bereaksi
dengan sihirku berkumpul ketika aku sedang tidur, dan secara alami mengubah
ekosistem mereka ketika aku menghilang.”
‘...jadi bukankah itu
berarti Alphonse dan yang lainnya mendapat bagian terbaiknya?’
Yugo, sang naga emas, menghilang tanpa perlu di kalahkan
oleh Alphonse dan yang lainnya. Biasanya, untuk memenuhi permintaan dari guild, kau harus dapat menyerahkan bagian tubuh dari iblis yang dikalahkan, tapi kau bisa juga
memenuhi permintaan dengan mengatakan kalau “iblis kuat tidak lagi muncul di
daerah itu”
Mungkin Alphonse dan yang lain menyadari kalau setelah
mereka meninggalkan Amalia di belakang dan menuruni gunung, gunung itu tenang
kembali dan iblis menghilang. Itulah kenapa mereka melaporkannya ke guild, tempat dimana
mereka menerima permintaan itu, kalau tidak terdapat monster di daerah itu karena
mereka mengalahkan “sang naga emas”.”
Guild mungkin merasa skeptis, tapi fakta kalau naga emas
telah menghilang selama sepuluh tahun, dan tidak ada lagi iblis kuat yang
benar-benar muncul setelahnya. Guild menerima laporan Alphonse dan yang lain
lalu dikenal menjadi orang yang mengalahkan sang naga emas, mereka juga mampu
untuk membangun desa di kaki gunung. Para warga Polk hanya mengingat mereka
sebagai “Nantoka,” walaupun...
“...”
“...Amalia.”
“...hal ini membuatku marah.”
“Oh, sebuah kebetulan. Aku juga merasakan hal yang sama.”
Amalia berteriak dengan suara yang tertahan, dan tangan
kecilnya dengan lembut menggenggam tinju di atas pangkuannya.
Ketika Yugo melihatnya, mata indahnya yang berwarna emas menatap
Amalia. Bulu matanya, dengan garis anggunnya, perlahan sedikit memudar, dan
anak laki-laki di sebelahnya melihat Amalia dengan wajah sedih.
“Aku tidak punya perasaan untuk anak-anak itu, dan aku tidak
peduli tentang apa yang mereka lakukan. Tapi aku tidak suka bila orang
menganggap kalau aku dikalahkan oleh serangga seperti mereka, dan lebih dari
itu, Amalia, aku kesal dengan fakta bahwa mereka membuang seseorang yang
berbakat sepertimu, sekarang mereka bertingkah seperti yang paling kuat dan
perkasa dengan prestasi kepahlawanan yang sebenarnya tidak pernah ada.”
“,,,aku bukanlah orang yang berbakat.”
Dia mengeluarkan suara lemah.
Ketika guild menguji kemampuan sihirnya, hasilnya hanya
“rendah-menengah”. Walaupun dia menerima pelatihan di biara, dia akan kelelahan
jika dia menggunakan sihirnya terlalu banyak, dan keefektifan dari sihinya
masih sangat biasa dijumpai di guild.
Tetap saja, jika terdapat seseorang yang bergantung padanya,
dia akan mencari cara untuk menolongnya. Sebagai tambahan, sejak dia mampu memberikan
upahnya untuk orang-orang yang telah membesarkannya dari kecil, Mendampingi
Alphonse dan yang lainnya adalah kesempatan terbaik untuk Amalia.
‘Tapi... aku tidak bisa menyangkal kalau aku tidak cukup baik.’
Itulah kenapa Esmeralda, yang mana lebih baik dibandingkan
Amalia, tapi juga lebih muda, lebih cantik, dan memiliki status tinggi, lebih disanjung. Mereka menggunakan Amalia sebanyak yang mereka bisa sebagai barang
tak berharga, dan tubuhnya yang kosong telah dibuang di Gunung Naga.
Meski begitu, Yugo mengangkat bibirnya yang berkilau dan
merubah wajahnya.
“Itu hanyalah pernilaian dangkal dari para manusia. Kau
mempunyai kekuatan langka.”
“...disana terdapat banyak sekali white magician yang lebih baik dariku.”
“Hmm?.. oh, omong-omong, kau adalah seorang white magician,
bukan begitu? Aku melupakannya.”
“Ya?”
Emosi gelap Amalia mereda dan dia menatap ke arah Yugo. Dia
berpikir Yugo sedang membicarakan tentang bakat Amalia dalam white magic, tapi
kelihatannya dia salah.
“Bukankah kita sedang membicarakan tentang white magic?”
“...umm. itu benar kalau kemampuan sihirmu itu sama saja
dengan para manusia lainnya. Walau begitu, kemampuan tidak hanya datang dari
sihir.”
Yugo mengatakannya sambil memegang punggung tangan Amalia
dan membalikkan kepalanya.
“Hmm. Aku tidak tahu apa itu sebenarnya, tapi kamu mungkin
mempunyai suatu bakat tersembunyi. Aku bisa merasakan suatu kekuatan yang
berbeda selain white magic dalam tubuhmu.”
“...Kau berbohong.”
“Aku tidak berbohong. Di tempat pertama, jika kamu hanya
manusia biasa belaka, kamu seharusnya sudah di tolak ketika aku mencoba
memasukkanmu ke Dunia Iblis. Tapi kamu juga bahkan dapat menyembuhkan lukamu
ketika kamu pergi ke Dunia iblis, dan meski sepuluh tahun telah berlalu, kamu
dapat kembali dengan keadaan sehat. Bukankah itu benar?”
“...”
Itu memang benar kalau manusia bisa memasuki Dunia Iblis, tapi
tidak ada jaminan kalau mereka dapat tetap aman di tempat dimana iblis
dilahirkan. Amalia telah putus asa akan banyak hal pada waktu itu, jadi dia
pikir, “Jadi ini seharusnya begini?” Tapi ketika dia memikirkannya dengan tenang,
penjelasan Yugo memang masuk akal.
<<>><<>><<>><<>>-:<>:-<<>><<>><<>><<>>
Hari senin waktunya ulangan.
Kalau ada kesalahan
translate silahkan bilang di komen.
Terimakasih udah
baca.
~Alfa~
<<>><<>><<>><<>>-:<>:-<<>><<>><<>><<>>

0 Komentar
Stay with Liscia Novel #Romcom