The Abandoned White Magician's Tea Life chapter 2

 

"Janji bunga putih"

Penerjemah : Alfa
Diedit : Alfa

Amalia dilahirkan dan dibesarkan di sebuah penampungan di pedesaan dari kerajaan Leadra.

Biasanya, anak yang dibesarkan di penampungan ditinggalkan oleh orang tua mereka atau kehilangan orang tua mereka. Tapi ibu Amalia, berbeda, Dia merupakan seorang biarawati yang melayani gereja dan terikat dengan penampungan

(TN: maksudnya ibunya biarawati yang disuruh nugas di penampungan, jadi anaknya ikut tinggal di penampungan)

Dia tidak tahu siapa ayahnya, tapi itu tidak masalah. Biarawati, saudara perempuan ibunya, sangat ramah dia mengajarkan tentang luar dan dalam mengenai white magic. Pengawas penampungan adalah pria yang ketat, tapi dia pandai dan hangat, di mengajarkan Amalia bagaimana cara membaca, menghitung, membuat teh, dan menyulam.

Itulah kenapa dia tumbuh dan berkembang dengan dukungan dari semua orang, walaupun ibunya terkena penyakit ketika dia berumur 10 tahun dan tidak pernah sembuh.

Setelah ibunya meninggal, dia menghabiskan waktunya selama sepuluh tahun hidup di penampungan bersama anak-anak lain.

Di awal musim panas saat dia mencapai umur 20, sekelompok pengembara mengunjungi biara.

Mereka dipimpin oleh swordsman muda bernama Alphonse, yang kelihatannya sudah dikalahkan dalam pertarungan dengan iblis, dan mereka semua terluka parah. Bagaimanapun, Amalia, yang merupakan pengguna white magic terbaik di biara, merawat mereka selama 3 hari 3 malam, dan hasilnya, kelompok mereka bisa bertahan hidup.

“Hey, Amalia-san kau mungkin terkejut mendengarku mengatakan ini begitu tiba-tiba, tapi... jika kau tidak keberatan, apa kau mau ikut dalam petualangan kami.”

Amalia mengangkat matanya karena pernyataan Alphonse.

Alphonse dan teman-temannya kehilangan white magician mereka sebulan yang lalu, dan sekarang mereka kesulitan mengalahkan iblis. Itulah saat dimana mereka menyadari kemampuan Amalia sebagai white magician dan memintanya untuk ikut .

(TN: Apakah white magician sebelumnya juga dijadiin sesajen biar mereka bisa kabur.)

Itu hanya memerlukan beberapa saat untuk Amalia ragu-ragu.

Jika kau mendaftarkan namamu di guild dan mengalahkan iblis sebagai petualang, guild akan memberikan uang dalam jumlah tertentu. Uang ini dapat digunakan untuk dana operasional penampungan. Penampungan selalu kekurangan banyak uang, jadi jika Amalia mendapatkan cukup uang, dia bisa memberi makan anak-anak dengan layak dan memberikan edukasi yang memumpuni.

Amalia setuju dua kata ini. Disana ada orang yang membutuhkan perempuan sepertinya, walau umurnya sudah melewati usia menikah. Dan dia juga dapat membalas kebaikan dari orang-orang yang telah merawatnya dari dia lahir. Tidak ada alasan menolak permintaan ini.

Para biarawati dan pengawas mencoba menghentikannya hingga akhir. Anak-anak penampungan menangisinya, dan dia juga bimbang akan keputusannya, tapi dia tidak berubah pikiran.

“Amalia-sama.”

Malam sebelum Amelia pergi, seorang anak laki-laki mengunjungi ruangannya

Dengan ramput pirang acak-acakan dan ronga mata kelabu, dia adalah salah satu orang yang menghalangi Amalia untuk pergi. Juga saat, Amalia tidak mau mengubah pikirannya, akhirnya dia mengunci diri dikamarnya. Walau begitu, dia merasa sedih, berpikir kalau dia mungkin tak akan bisa bicara dengannya sebelum mereka berpisah besok pagi.

Mengundangnya ke kamar, dia gelisah pada awalnya, tapi akhirnya dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya lalu diberikan kepada Amelia.

Itu adalah sebuah jimat buatan tangan yang terbuat dari pecahan karton dengan bunga putih.

“Apa kau memberikan ini untukku?”

Amalia bertanya sambil berjongkok untuk menyamai tinggi bocah itu, dan dia mengangguk, sambil menggenggam tangan Amelia.

“Amalia-sama. Aku ingin menjadi lebih kuat. Ketika aku kuat, aku akan bergabung ke guild seperti yang Amelia-sama lakukan dan menjadi mercenary. Dengan begitu, aku akan bisa bersama dengan Amelia-sama dan yang lainnya.”

(TN: Mercenary itu tentara bayaran. Biasanya jadi pengawal atau prajurit)

“Huh?...Leonardo, bukankah kamu ingin menjadi sarjana.

Ini sudah 4 tahun sejak dia diambil pada usia 8 tahun. Amalia sudah melihatnya tumbuh, tapi dia tidak bisa membayangkan Leonardo, dengan badan kurus dan kecil, dengan hati yang baik dan hangat, menjadi mercenary.

Petualang dan mercenary adalah bagian dari guid, tapi tidak seperti petualang, yang bebas memilih apa yang ingin dikerjakan, mercenary, disewa oleh seseorang, banyak yang perlu dikhawatirkan.

Tapi Leonardo, dengan bibir rapat, menggelengkan kepalanya.

“Aku sudah membulatkan tekadku. Aku tidak tahu kapan itu akan terjadi, tapi aku ingin menjadi pria tangguh dan dewasa yang bisa melindungi Amelia-sama. Jadi sampai saat itu, tolong jaga dirimu.”

“Leonardo...”

“Jadi, sampai saat itu, kalau bisa... aku mau kamu untuk membawa jimat itu bersamamu."

Awalnya Leonardo sangat percaya diri, tapi Lama kelamaan suaranya menjadi pelan, seperti dia sedang malu-malu, dan akhirnya dia menunduk kebawah dan mulai tampak gelisah.

Amelia tertawa, dan menaruh jimat yang diberikan padanya ke saku dadanya lalu secara alami mengelus kepalanya.

“Aku mengerti. Aku mungkin sudah menjadi nenek-nenek saat itu, tapi aku akan selalu menjaga jimat ini bersamaku.”

“Biarpun kamu sudah menjadi tante ataupun nenek, Amalia-sama akan tetap cantik! Jadi.. ini adalah janji.

Lalu, dia mencium kening Leonardo. Leonardo juga mencium kembali kening Amalia, sedikit lebih lama.

Janji yang dibuat antara orang tua dan anak atau tetangga di kerajaan Leandra. Amalia dan Leonardo tidak memiliki hubungan darah, tapi Amalia selaluu mencintai Leonardo, yang 8 tahun lebih muda darinya, seperti adik laki-laki, dan Leonardo mencintai Amalia seperti kakak perempuannya.

Sejak dia punya janji, dia tidak bisa mati dijalan.

Dengan jimat yang Leonardo berikan, Dia harus menjaganya selama berpetualang sebagai balasan dari kebaikannya.

...

...

...

...

Petualangannya dimulai dengan bagus.

Alphonse dan semua orang dikelompok itu adalah laki-laki, Mereka gugup pada awalnya, tapi mereka semua melindungi Amalia, dan menghormatinya karena dia lebih tua dari mereka.

Amalia juga senang dan termotivasi ketika dia dipercayai atau dipuji. Itulah kenapa dia tidak hanya membantu mereka dengan white magic di jalan, tapi juga membuatkan mereka teh spesial ketika kelelahan.

Meskipun pengawas penampungan mengajarkannya berbagai macam kemampuan, menyeduh teh adala kemamouan yang paling dikuasainya. Pengawas mengajarkannya bagaimana cara membuatnya tidak hanya menggunakan daun teh, tapi juga herbal dan bunga yang dia temui di sekitar.

Teh buatan Amalia sangat terkenal diantara teman-temannya, dan Alphonse bahkan mengatakan dengan senyuman, “Jika aku meminum ini, aku bisa membunuh sepasang naga dengan mudah.”

Pada awalnya , Alphonse dan  timnya tidak mengambil quest penaklukan yang tak masuk akal, dan lebih sering mengambil quet pembasmian monster dan naga kecil yang mengacaukan pertenakan.

Tapi secara berangsur-angsur, mereka mulai menaikkan level quest mereka, Dan Amalia mulai khawatir.

Benar kalau Amalia baik dalam white magic, tapi kemampuannya di guild hanya pada tingkat menengah. Jika dia menggunakan white magic terlalu banyak sekali jalan, dia akan kelelahan dan effectnya akan memudar.

Sebagai expert dalam white magic dan sebagi yang tertua, Amalia mencoba memperingati Alphonse dan yang lain. Walaupun, mereka patuh untuk menurutinya pada awalnya, mereka berangsur-angsur mulai kesal dengan Amalia dan mulai membicarakan tentangnya di belakang, mengatakan kalau dia hanya punya kemampuan biasa dan kalau dia terlalu tua untuk menjadi arogan.

Itu berat untuk diperlakukan dingin oleh temannya, tapi tidak bisa hanya pergi meninggalkan party. Amalia masih belum mendapatkan target yang dia inginkan.

Meski begitu, Alphonse dan yang lain menerima quest penaklukan yang tak masuk akal hari demi hari, dan Amalia mulai kehilangan kesabaran. Tidak seperti Alphonse dan yang lain, yang mana masih muda dan membanggakan kekuatan fisik mereka, Amalia, seorang wanita yang tidak pandai bertempur dan tidak terlalu muda untuk memulainya, sudah mulai merasakan sakit dari pemaksaan setiap hari.

Suatu hari, Amalia dan teman-temannya mendapati sebuah iring-iringan mewah diserang oleh iblis, dan mengalahkan mereka. Orang yang mengendarai iring-iringan itu adalalah putri kerajaan tetangga Kiros, yang merupakan white magician tingkat lanjut.

Esmeralda seorang putri tanpa hak untuk mewarisi tahta, datang ke Leandra untuk berlatih white magic, tapi dia merasa berhutang kepada Amalia dan yang lain karena telah menyelamatkannya, mau untuk membantu dalam petualangan mereka.

--Manfaat yang Esmeralda bawa untuk Amalia membuatnya menderita.

Meskipun itu hanya negara kecil, Esmeralda adalah bagian dari keluarga bangsawan, dan kota kediamannya membuktikan besarnya dana militer yang dia miliki. Sebagai tambahan, Esmeralda adalah wanita cantik dengan rambut platinum blonde dan mata birunya, juga kemampuan white magicnya jauh lebih superior dari Amalia.

Dia seperti seorang nyonya dan putri yang tangguh. Dia tidak ikut campur dengan keamanan party seperti yang Amalia lakukan, dan keimutannya benar-benar memenangkan hati anggota party.

 

 

 

Dibandingkan dengan Esmeralda, Amalia terlalu tua.

Esmeralda sangat mempesona, tapi Amalia hanya punya dada yang besar dengan wajah sederhana.

Esmeralda mengiyakan semua tentang mereka, sedangkan Amalia komplain tentang mereka seperti wanita tua.

Esmeralda memberi mereka uang, namun Amalia, yang sedari awal dibesarkan di penampungan, hanya mengambil uang dan tidak memberi mereka manfaat sama sekali

Ketika orang mengatakan itu, bahkan Amalia, seseorang yang tegas dan ulet, merasa kelelahan.

Jika dia mampu, dia akan meninggalkan party, tapi sekarang dia masih belum punya cukup uang untuk dikirim ke penampungan. Juga, dia mungkin tidak akan dapat memenuhi janjinya kepada Leonardo.

Alasan kenapa Amelia tidak putus asa walau dia merasa sakit hati adalah kerena dia selalu membawa jimat bunga putih di saku dadanya.

Ini akan baik-baik saja

Setelah menerima quest yang sangat amat tinggi yaitu mengalahkan naga emas yang mengamuk, Alphonse dan teman-temannya mendaki gunung naga dengan semangat membara.

Mereka telah menerjang beberapa buah musuh yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, dan mereka punya Esmeralda, seorang senior white magician. Itu mungkin alasan kenapa mereka tidak menyadari level mereka sebenarnya.

Party telah dihancurkan.

Tidak satupun dari mereka mampu berjuang melawan naga emas yang telah menunggu mereka di gunung yang terbakar, dan mereka dikalahkan dengan luka sobek. Amalia dengan perintah Alphonse, menyembuhkan Esmeralda terlebih dahulu. Lalu Esmeralda menyembuhkan sisa dari party, dan saat dia berpikir kalau dia bisa kabur dan pulang kerumah.

--Amalia tak pernah menduga kalau semua orang akan meninggalkan dia sendirian dan kabur.


Sebelumnya | Index | Selanjutnya

Posting Komentar

0 Komentar